"Don’t underestimate KPOP fans, their hearts are purer than anyone else.
They love courageously. They try their best to tackle difficult obstacles, language and culture barrier.
KPOP FANS symbolizes PEACE. They don’t discriminate based in race.
They befriend people with the same interest from different countries.
They are more passionate and warm than anyone else."
-
A Psychologist, 2012.

Saturday, March 21, 2015

5 Hidangan Musim Semi Terfavorit ala Korea!

 
Hello to all! 
Mungkin kalian sudah tahu bahwa secara geografis, Korea terletak di zona iklim di lintang tengah, sehingga memiliki empat musim yang berbeda. Secara umum, musim semi jatuh pada bulan Maret sampai Mei. Cuaca di musim semi bersih dan kering karena pengaruh angin.

Saat musim semi tiba, santapan yang dikonsumsi orang Korea merupakan menu makanan yang dapat menjaga stamina kesehatan mereka sepanjang tahun. Karena pada saat musim semi inilah, tanaman tumbuh dengan maksimal. 

Buat kalian yang sedang berlibur atau berada di Korea saat musim semi ini, pasti tertarik untuk mencoba makanan musim semi ala Korea, ya kan? ヾ(@⌒▽⌒@)ノ Untuk kalian yang penasaran, yuk simak 5 hidangan musim semi ala Korea di bawah ini!
 

Jukkumi (주꾸미) (Ocellatus) adalah jenis gurita yang ukurannya lebih kecil dibandingkan gurita pada umumnya, biasanya berukuran 10-20 cm. Pada saat musim semi, Jukkumi berkembang dengan maksimal dan menghasilkan rasa terbaiknya dimana bagian kepalanya penuh dengan telur.

Jukkumi dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan seperti Jukkumi Samgyeopsal Bokkeum, yang biasanya disajikan dengan kue beras atau tteokpokki lalu disiram kuah pedas. Atau disantap sebagai Jukkumi Shabu-shabu, dengan cara  dicelupkan ke dalam cuka atau saus cabai merah.

Ada pula yang mengolah Jukkumi  dengan cara dibakar, lalu dicampur sayuran dan daging babi dalam saus cabai merah pedas yang disajikan saat masih panas. Mereka meyakini bahwa hidangan ini dapat menghilangkan rasa lelah pada tubuh. Jukkumi juga kaya akan kandungan lemak jenuh seperti DHA yang dapat menurunkan kadar kolestrol, jadi hidangan ini juga baik dikonsumsi bagi kamu yang sedang menjalani program diet! \(^○^)人(^○^)/

// © flickr & mommyson.files.wordpress.com //

Daege (대게) merupakan Kepiting Raja yang biasa diolah menjadi Daege-Jjim. Daege adalah kuliner kebanggaan dari Gyeongsangbuk-do. Khususnya di Yeongdeok yang terkenal sebagai Kota Kepiting. 

Daege terkenal sebagai salah satu jamuan di kerajaan yang sangat enak. Selain itu Daege memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, sehingga sangat baik untuk masa pertumbuhan anak!

Banyak juga yang meyakini bahwa daege bermanfaat sebagai makanan untuk mencegah penuaan dini. Orang korea biasa mengolahnya dengan mengisi olahan daging kepiting yang disebut “crab butter” ke dalam cangkangnya, lalu di tim hingga lunak, dan Daege-jjim pun siap untuk dinikmati!

// © daegejjim.com //

Hadon berarti blowfish atau ikan buntal. Ikan buntal ini, biasanya diolah menjadi sup yang dimasak dengan dropwort (Oenanthe Javanica), sejenis tanaman yang banyak tumbuh saat musim semi, lalu dibumbui dengan saus minyak dan kedelai rasanya sangat baik ketika disiapkan sebelum bunga persik layu.


Tapyeong-chae (탕평채) biasa dinikmati di akhir musim semi, adalah campuran dari jelly bean green, daging babi, dropwort (Oenanthe Javanica) dan laver kering dibumbui dengan kecap dan cuka. Tangpyeong berarti menjaga keseimbangan seseorang. Raja Yeongjo diduga menciptakan Tangpyeongchae sebagai bentuk dari keinginan yang kuat untuk mewujudkan keseimbangan antara semua pihak.

 
// © wikipedia //

Hwajeon adalah sejenis kue beras yang biasa dijadikan hidangan penutup atau makanan ringan. Hidangan ini cukup unik karena taburan bunga musim semi di atasnya. Biasanya hwajeon memang diberi taburan bunga seperti bunga azalea, tetapi bunga mawar, krisan, sakura, atau bunga pir juga dapat dijadikan hiasan di atasnya. 

Hwajeon selalu muncul saat festival musim semi di Korea dan biasa dimakan pada saat hwajeon nori, sebuah tradisi yang sudah turun temurun sejak masa Dinasti Goryeo. Tradisi menyantap hwajeon disebut “Kkeot Darim”, yang berlangsung saat hari “Samjinal” yaitu hari ketiga, bulan ketiga kalender Lunar. 

Biasanya para wanita pergi tamasya ke gunung dengan membawa alat memasak hwajeon. Kemudian mereka memetik bunga-bunga musim semi yang tumbuh di sekitar dan membuat hwajeon. Setelah itu, mereka menyantap hwajeon bersama-sama sambil menikmati panorama pegunungan di musim semi.

 // © kimshii.com //



Musim semi di Korea belum lengkap jika belum merasakan segarnya buah stroberi! Musim stroberi di Korea berlangsung antara bulan Maret dan April. Dengan warna merah cerah, rasa manis, dan aroma lezat, stroberi selalu populer! Terlebih, stroberi juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. 

Nggak heran, di Korea terdapat berbagai festival stroberi seperti Nonsan Strawberry Festival, Yangpyeong Strawberry Festival, Wanju Samnye Strawberry Festival, dan Samnangjin Strawberry Festival dimana pengunjung dapat memilih dan memetik stroberi sendiri di perkebunan stroberi dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program menarik lainnya!  
 

Duh, semua hidangannya bikin perut keroncongan yah. hehehehehe  (ノ◕ヮ◕)ノ*:・゚✧ Sampai jumpa di postingan #WOWKOREASUPPORTER2015 lainnya! Happy Saturday, everyone! 뿅~







LOVE,
LOVE!

No comments:

Post a Comment